Jumat, 14 Oktober 2016

Pengertian Fungsi dan Jenis jenis Kopling Pada Kendaraan.

Pengertian Kopling

Kopling adalah salah satu komponen dari mesin, tanpa adanya sebuah kopling maka perpindahanya gigi transmisi pada sebuah mesin tidak dapat dilakukan dengan lembut. Terkhusus bagi mobil kopling yang dioperasikanya sebelum melakukan pemindahan gigi transmisi.
Fungsi kopling pada mobil.

Kopling pada mobil terletak diantara mesin dan transmisi. Fungsinya ialah untuk menghubungkan serta memutuskan putaran mesin dari flywheel atau mesin ke transmisi. Dengan diptus dan dihubungkanya putaran mesin, agar perpindahan gigi transmisi dapat dilakukan dengan baik.

Kopling harus dapat berfungsi yaitu memutus dan menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi secara lembut. Karena adanya tuntutan kenyamanan dalam berkendara untuk pemutusan dan penghubungan tenaga dari mesin secara lembut atau halus. Lembut yang dimaksud adalah proses pemutusan dan penghubunganya terjadi secara bertahap.

Lalu kopling harus dapat memindahkan sebuah tenaga dari mesin tanpa adanya slip. Saat kopling terhubung dengan penuh maka diantara flywheel dan plat kopling tidak boleh adanya slip agar daya serta putaran yang dihasilkan mesin bisa dipindahkan secara maksimal atau secara sempurna menuju transmisi, dan kopling juga harus bisa memutuskan secara cepat dan juga sempurna.

Jenis-Jenis Kopling

Jenis jenis kopling ada beberapa macam diantaranya yang digunakan pada mobil adalah: kopling gesek, kopling magnet, kopling satu arah dan kopling hidrolik.

1. Kopling Gesek

Pengertian kopling gesek yaitu pemindahan daya memanfaatkan dari gaya gesek dan tempat terjadinya di tempat bidang gesek. Beraneka macam jenis kopling dari kopling gesek yaitu, seperti : kopling piringan, kopling konis, kopling plat tunggal, kopling plat ganda, kopling basah, kopling kering, kopling pegas spiral, dan kopling pegas diafragma.
kopling gesek

2. Kopling Magnet

Pengertian kopling magnet adalah karena daya pemindahnya dilakukan dengan memnafaatkan gaya magnet. Dalam kopling magnet ini, magnet yang digunakan adalah magnet remanent (bukan magnet permanen). Magnet ini merupakan inti besi yang dililiti dengan kawat dan inti besi tersebut akan berubah menjadi magnet ketika adanya arus listrik yang mengalir pada lilitan kawat. Karena lsitrik pada sebuah kendaraan menghasilkan arus yang kecil maka kopling jenis magnet ini hanya dipakai untuk kopling pada kompresor AC ( air conditioner).
kopling magnet

3. Kopling Satu Arah (One Way Clutch)

Pengertian kopling satu arah adalah kopling otomati yang dalam memutus dan menghubungkan aporos penggeraknya ( driving shaft), lalu yang digerakan tergantung pada saat perbandingan kecepatan antara putaran sudut dari poros poros tersebut ( poros penggerak dan poros yang digerakkan).
Jika kecepatan poros penggeraknya lebih tinggi dari pada poros yang digerakkanya maka kopling bekerja menghubungkan poros penggerak dengan poros yang digerakkanya. Dan bila, kecepatan dari poros penggerak lebih rendah dari poros yang digerakkanya, maka kopling bekerja memutuskan antara si penggerak dengan poros yang digerakkanya. Ada 2 jenis kopling satu arah ini, yaitu : jenis sprag type dab roller type.
kopling satu arah

4. Kopling Hidrolik

Pengertian kopling hidrolik adalah kopling yang pemindahan dayanya dilakukan dengan cara memanfaatkan tenaga hidrolis. Tenaga hidrolis didapatkan dari adanya cairan atau minyak pada suatu mekanisme yang diputar, sehingga cairan atau minyak tersebut terlempar atau bersirkulasi karena adanya gaya sentrifugal yang diperoleh dari putaran, sehingga fluida mempunyai tenaga hidrolis. Dan Fluidah inilah yang digunakan sebagai pemindah gaya.

kopling hidrolik

Komponen-komponen penyusun kopling hidrolik

1. Pump impeller atau pompa impeller 

Adalah suatu mekanisme pompa yang fungsinya digunakan untuk membangkitkan tenaga hidroliks yang terdapat pada fluida.

2. Turbin runner 

Adalah suatu mekanisme pengangkap tenaga hidrolis fluida yang dibangkitkannya oleh pompa impeller. Dan yang terakhir adalah

3. Stator 

adalah suatu mekanisme pengatur arah aliran yang bertujuan untuk menguntungkan peningkatan momen atau torsi dan menjauhkan dari aliran yang merugikan agar torsi atau momen meningkat.

0 komentar

Posting Komentar